The 2003 scandal involved hidden cameras secretly recording Indonesian celebrities, including Sarah Azhari and Femmy Permatasari, in a South Jakarta studio in 1997. Recently, Azhari reported ongoing Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) stemming from the incident, which remains a key example in legal discussions regarding digital privacy. For more information, visit Hukumonline .
Before I proceed, I'd like to emphasize the importance of respecting individuals' privacy, including celebrities. It's essential to prioritize their personal boundaries and not engage in or promote activities that may compromise their sense of security and comfort. The 2003 scandal involved hidden cameras secretly recording
Para artis direkam saat sedang berganti pakaian di kamar mandi studio tersebut. Terungkap bahwa kamar mandi itu dilengkapi dengan kaca rias tembus pandang dari arah belakang, yang memungkinkan pelaku merekam dari ruangan tersembunyi. Before I proceed, I'd like to emphasize the
Sarah Azhari menjadi salah satu korban yang paling terdampak secara psikologis. Dalam wawancara yang dilakukan pada Desember 2025, Sarah mengakui bahwa dirinya mengalami trauma berat yang memicu Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD) akibat kejadian tersebut. "Kena PTSD jadinya. Mungkin aku kelihatan kuat, tapi kalau di depan orang banyak, jadi berpikir, mau keluar aja jadi enggak enak 'ini orang nanti mikirnya gimana udah lihat aku kayak gitu'," tutur Sarah penuh haru. Terungkap bahwa kamar mandi itu dilengkapi dengan kaca
: Setelah mengetahui keberadaan video tersebut, para korban langsung melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya untuk menuntut tindakan hukum terhadap pelaku dan pemilik studio. Dampak Psikologis dan Trauma Korban
Sarah Azhari mengaku menjadi jauh lebih berhati-hati saat berada di ruang publik, terutama saat harus berganti pakaian. Ia merasa trauma dan tidak nyaman menggunakan toilet umum.