"Kenapa kalian semua begitu anti-diktator? Bayangkan jika Amerika adalah sebuah kediktatoran. Kalian bisa membiarkan 1% penduduk memiliki seluruh kekayaan negara... Kalian bisa menggunakan media untuk menakut-nakuti rakyat agar mendukung kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri. Aku tahu ini sulit untuk kalian bayangkan, wahai orang Amerika, tapi tolong, cobalah!"
| Peran | Pemeran | Deskripsi Karakter | | :--- | :--- | :--- | | | Sacha Baron Cohen | Tokoh sentral film, diktator Wadiya yang arogan, narsis, dan tak tahu demokrasi. Ia juga memerankan penggembala kambing pengganti dirinya. | | Paman Tamir | Ben Kingsley | Paman licik Aladeen yang ingin mengubah Wadiya menjadi demokrasi agar perusahaan asing dapat mengeksploitasi minyak negara itu. | | Zoey | Anna Faris | Seorang aktivis dan feminis liberal di New York. Ia membantu Aladeen dan tanpa sengaja mengajarinya tentang nilai-nilai Amerika. | | Nadal | Jason Mantzoukas | Mantan ilmuwan nuklir Wadiya yang membantu Aladeen melawan paman Tamir. Mereka berdua menjadi tandem kocak untuk melawan konspirasi. | | Tamu Kameo | John C. Reilly, Garry Shandling | Memiliki penampilan singkat namun mengesankan, memberikan nuansa kejutan bagi penonton setia film komedi. |
Mantan kepala program nuklir Wadiya yang sebelumnya diperintahkan untuk dieksekusi oleh Aladeen, namun ternyata masih hidup di New York dan akhirnya membantu Aladeen. Alasan Mengapa Film Ini Tetap Populer di Indonesia
Salah satu momen paling kuat dalam film ini adalah pidato terakhir Aladeen di hadapan PBB. Di balik balutan komedinya, pidato tersebut menyindir bahwa beberapa aspek dalam demokrasi modern di Barat sebenarnya memiliki kemiripan dengan cara kerja kediktatoran, seperti kontrol media oleh korporasi, kesenjangan ekonomi, dan manipulasi pemilu. Cara Nonton The Dictator Sub Indo Secara Legal